Meminta atau berdo’a kepada orang yang sudah mati adalah syirik ( perbuatan mempersekutukan Allah ), karena do’a adalah ibadah yang hanya Allah yang berhak atasnya.
Allah berfirman : “Dan orang – orang yang kamu seru ( sembah ) selain Allah tiada mempunyai apa – apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu. Dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat akan mengingkari kemusyrikanmu“. ( Al Fatir 13 – 14 ).
Terus bagaimana mungkin orang yang sudah mati dimintai sesuatu darinya, sementara dia sendiri memerlukan do’a orang yang masih hidup. Sedangkan amalannya telah terputus disebabkan kematian, kecuali sesuatu yang dapat sampai kepadanya seperti do’a anak – anaknya yang shaleh.
Berbeda dengan orang yang masih hidup, dia masih berada pada masa beramal. Orang yang telah mati akan gembira kalau dido’akan. Betul.?
Demikian sedikit hikmah, semoga bermanfaat.
Amiin..
Sedikit hikmah ini saya ambil dari buku yang berjudul Tafsir seperSepuluh dari Al Qur’an Al Karim. Tidak ada nama pengarangnya, hanya tertulis sebuah alamat http://www.tafseer.info.
Easy way to earn money.
0 Comments.